Perkembangan industri keuangan, perbankan, fintech, dan arsitektur sistem keuangan.
Di tengah ekonomi yang ketidakpastian dan dalam tren perlambatan, sejumlah bank nasional masih mencatat pertumbuhan bisnis. Ini mengindikasikan perekonomian masih terjaga.
Baru sekitar 10-15% masyarakat Indonesia yang mempunyai dana pensiun, padahal standar dari Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), angka minimum dana pensiun yang dianggap cukup adalah 40%.
OJK mencatat nilai outstanding pembiayaan fintech lending mencapai Rp87,61 triliun per Agustus 2025 meningkat 21,62% YoY. Peningkatan utang dibarengi dengan upaya mitigasi risiko.
Seiring hadirnya berbagai inovasi layanan jasa keuangan era digital, mendorong pelaku industri pergadaian juga perlu berbenah agar tetap relevan jadi pilihan masyarakat. Upaya penguatan dan pengembangan industri pergadaian coba diinisiasi OJK dengan membuat peta jalan industri untuk 2025-2030.
Tidak hanya untuk memaksimalkan pelayanan kepada nasabah, jasa keuangan terintegrasi AI terbukti lebih siap menghadapi potensi penipuan (fraud) dan penyalahgunaan data nasabah.
Potensi kerugian Asia Tenggara untuk penipuan (fraud) yang saat ini mencapai USD36,5 miliar setiap tahun. Pengusaha perlu mitigasinya.
Hadirnya POJK 19/2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah membuka peluang pembiayaan segmen ini agar lebih terpacu.
Publik dan para pelaku pasar pada kenyataannya memang tak terlalu terpengaruh oleh kabar negatif yang disematkan ke Menkeu Purbaya.
Industri perbankan tetap stabil pasca aksi demontrasi maraton yang terjadi sejak28 Agustus lalu. Stabilitas sosial politik diperlukan untuk bisa mengarungi kuartal tiga.
Dalam riset "Cybersecurity Economics for Emerging Markets" yang dirilis Bank Dunia pada 2024, menunjukkan, serangan siber secara global didominasi oleh motif finansial.
Setelah kehadiran Bank Syariah Indonesia (BSI), industri perbankan syariah tanah air diramaikan dengan kedatangan Bank Syariah Nasional (BSN).
Layanan jasa paylater terus melesat. Di tengah kondisi daya beli masyarakat yang melemah, layanan paylater bisa menjadi solusi jangka pendek kebutuhan keuangan. Tapi tentu saja tetap perlu bijak dalam bertindak. Kendati metode belanja "beli barang sekarang bayar di kemudian hari" ini merupakan peluang, pembelanja – termasuk pengusaha yang belanja
Menampilkan 12 dari 84 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.