Visualisasi, analisis, dan interpretasi data terkini yang relevan dengan isu-isu ekonomi, kebijakan, dan bisnis
Indonesia merupakan bagian kekuatan utama dalam peta industri emas global. Sebagai pemilik cadangan emas top 5 dunia, Indonesia menyumbang sekitar 4% dari produksi dunia. Namun, kebutuhan domestik masih bergantung pada impor.
Tekstil dan pakaian jadi merupakan komoditas ekspor unggulan Indonesia. Namun, pengembangan industri tekstil nasional masih dihadapkan pada lonjakan produk impor yang dijual dengan harga murah.
Realisasi investasi dari triwulan ke triwulan selalu tumbuh positif. Namun, setelah realisasi investasi asing sempat melambat di triwulan I-II, perlu kerja ekstra agar target sebesar hampir Rp 2.000 triliun di tahun ini dapat tercapai.
Konsumsi listrik nasional secara historis tumbuh rata-rata 6% per tahun. Jika angka konsumsi terus ditingkatkan, target pertumbuhan ekonomi di atas 5% akan dapat diwujudkan.
Pemerintah terus berupaya mengentaskan kemiskinan dengan memperluas cakupan penerima jaring pengaman sosial. Anggaran Kementerian/Lembaga yang belum terserap optimal direalokasi untuk keperluan tersebut.
Kinerja satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka di sektor pertanian ditandai dengan perbaikan manajemen yang menghasilkan peningkatan produksi beras dan kesejahteraan petani.
Pemerintah melakukan pengawasan ketat terhadap peredaran rokok ilegal. Hingga akhir September, berhasil diamankan 816 juta batang rokok ilegal. Hal ini merupakan salah satu upaya untuk menaikkan penerimaan negara dari cukai.
Tiga bulan jelang pergantian tahun, penyerapan alokasi dana belanja terutama ke Program Prioritas Pemerintah masih tergolong rendah. Menkeu memberikan tenggat waktu bagi Kementerian dan Lembaga (K/L) untuk menyiapkan strategi penyerapan dana atau akan ada realokasi.
Realisasi anggaran belanja negara hingga September 2025 mencapai 63,4%. Kinerja ini lebih ditopang oleh realisasi anggaran Transfer ke Daerah (TKD) yang mencapai 74,6%. Sementara belanja pemerintah pusat baru mencapai 59,7% disebabkan beberapa kementerian/lembaga yang realisasinya di bawah 50%.
Sejak beberapa tahun yang lalu, produksi minyak domestik tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak nasional. Konsumsi BBM ditutupi dari impor minyak. Jika tidak segera diatasi, Indonesia akan masuk dalam jerat defisit energi yang dalam.
Meski Indonesia merupakan negara produsen kelapa terbesar dunia, nasibnya berbeda dengan industri sawit. Di tengah tingginya permintaan pasar global, terutama untuk kelapa bulat, Indonesia menghadapi permasalahan domestik terkait sistem produksi dan tata kelola niaga.
Presiden Prabowo Subianto dalam satu tahun kinerja pemerintahannya berupaya mengembalikan kepercayaan investor di pasar keuangan. Pasalnya, baru berjalan 6 bulan indeks harga saham dan kapitalisasi pasar anjlok cukup dalam. Pemulihan berangsur terjadi menjelang satu tahun usia pemerintahan.
Menampilkan 12 dari 177 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.