Wacana pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di atas 3% dari produk domestik bruto (PDB) mulai menjadi perbincangan di tengah meningkatnya kebutuhan belanja pemerintah dan ketidakpastian ekonomi global.
Di tengah ketegangan geopolitik global yang memicu efek rambatan pada ekonomi domestik, Kementerian Keuangan menggunakan APBN untuk instrumen peredam kejut dan penjaga konsumsi masyarakat.
Di tengah ketidakpastian global akibat tekanan kebijakan moneter Amerika Serikat dan tensi geopolitik, SBN ritel, khususnya Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI029, dinilai menjadi pilihan investasi defensif yang relevan bagi masyarakat.
Penerimaan negara sampai dengan September baru mencapai 65% dari target, sementara belanja negara baru mencapai 63,4% dari target.
Kementerian Keuangan menjabarkan sejumlah kiat memaksimalkan tiga jalur penerimaan negara, yakni bea cukai, pajak, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dalam APBN 2026.
Menampilkan 12 dari 5 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.