
Selamat berakhir pekan.
Berikut informasi seputar tren yang sedang ramai dibahas di publik.

Renyah Bisnis 'Bagore' dan Smes Penghilang Stres Sunadi
- Berawal dari rasa frustrasi akibat anjloknya harga bawang di tingkat petani, Sunadi bersama istrinya nekat memutar otak untuk menyulap hasil panen yang tak berharga menjadi bisnis bawang goreng bernama "Bagore". Kini, lewat ketekunan merintis jualan dari pintu ke pintu, bisnis asal Indramayu tersebut sukses bertransformasi dari sekadar solusi bertahan hidup menjadi bisnis mapan dengan omzet mencapai Rp50 juta per bulan. Di tengah kesibukan mengelola bisnis, Sunadi menjaga keseimbangan mentalnya melalui filosofi "smes" dan "joran": voli menjadi ajang pelepasan stres melalui interaksi sosial dan kompetisi, sementara memancing menjadi ruang kontemplasi untuk menyegarkan pikiran.


War Tiket Konser F4 : Grup vokal asal Taiwan, F4, akan menggelar konser di Jakarta pada Mei 2026 yang dipromotori Color Asia Live. Konser reuni yang menampilkan Jerry Yan, Van Ness Wu, dan Vic Chou bersama Ashin, vokalis utama Mayday, ini akan digelar selama dua hari, yakni pada 30 dan 31 Mei 2026 di Indonesia Arena GBK Senayan, Jakarta Pusat. Promotor telah mengumumkan jadwal penjualan tiket yang akan mulai dibuka pada 4 April 2026 pukul 10.00 WIB.
Yummy Expo 2026 : Pameran ini menghadirkan pelaku kuliner terkurasi dari komunitas, UMKM, dan brand Food and Beverages (F&B) dalam satu tempat. Selain mengulik kuliner khas dan unik nusantara, pengunjung yang datang ke pameran ini bisa sekalian membuka peluang untuk terjun ke industri kuliner. Berbagai keseruan juga akan memeriahkan Yummy Expo 2026. Mulai dari workshop & cooking demo, talkshow bersama para pelaku industri F&B, Yummy Awards 2026, hingga Indonesia Youth Barista Championship (IYBC). Pameran ini terbuka dan gratis untuk umum, berlangsung tanggal 3-5 April 2026 di Main Atrium Kota Kasablanka, Jakarta Selatan.

Memimpin dari Tengah
Kepemimpinan di zaman ini, bukan lagi soal posisi tertinggi, melainkan mengenai kemampuan untuk membangun kepercayaan dan kolaborasi. Karena tuntutan zaman, nilai kepemimpinan kini sudah bergeser.
Dalam konteks ini, gaya kepemimpinan berbasis command and control, yang mengandalkan perintah satu arah, kian kehilangan relevansinya. Ia tidak sepenuhnya hilang, tetapi mengalami transformasi menuju bentuk baru yang disebut negotiated authority, yakni otoritas yang dibangun melalui dialog, kesepahaman, dan legitimasi bersama.
Biasanya, kepemimpinan terpusat berakar pada struktur hierarki formal yang memandang kekuasaan sebagai properti statis. Pemimpin adalah subjek yang aktif, sementara bawahan adalah objek yang pasif. Namun dalam negotiated authority, otoritas tidak lagi dianggap sebagai hak ilahi karena jabatan, melainkan sebuah konsensus yang terus-menerus diperbarui.
Merayakan Hidup
Saudaraku, merayakan hidup bukan berarti hari-hari akan selalu bertabur cahaya. Ada saat ketika langit sendu menurunkan keraguan, ada masa ketika langkah terasa berat seolah dunia menyempit dalam dinding-dinding sepi. Namun merayakan hidup adalah menjaga agar bara kecil dalam dada tak padam—bara yang membuat kita terus belajar, terus tumbuh, terus menjadi manusia yang lebih utuh.
Pernah ada musim ketika aku lebih banyak bermukim dalam rumah: musim perenungan yang memaksa langkah diperlambat agar batin bisa didengar kembali. Dalam keheningan itu, kata-kata menemukan celahnya; sebuah buku terlahir sebagai saksi bahwa jiwa tetap bisa menembus batas ruang dan waktu. Tetapi bukan hanya buku yang tumbuh. Di halaman rumahku, semak-semak yang lama terabaikan seakan berbisik meminta disentuh, seolah mengajakku kembali menyapa tanah yang menumbuhkan kehidupan.
