Setelah hampir lima tahun produksi, RIFTSTORM resmi diluncurkan secara global melalui Steam Early Access pada 11 Agustus 2026, memasuki fase lanjutan salah satu game terbesar yang pernah dikembangkan studio Indonesia. Dikembangkan oleh Confiction Labs bersama Agate sebagai co-development partner.
Momentum peluncuran RIFTSTORM hadir ketika industri game global terus berkembang, sekaligus menjadi semakin kompetitif. Laporan Global Games Market Report 2025 dari Newzoo memperkirakan pendapatan industri game global mencapai US$188,8 miliar pada 2025.
Di Indonesia, data Asosiasi Game Indonesia dan Kementerian Komunikasi dan Digital yang dipublikasikan pada 2025 memperkirakan nilai pasar game nasional mencapai sekitar Rp30 triliun, terbesar di Asia Tenggara dan menempatkan Indonesia pada peringkat ke-15 dunia. Namun, pengembang lokal baru menikmati sekitar 2,5% dari nilai tersebut. Kondisi ini memperlihatkan besarnya peluang sekaligus tantangan bagi studio Indonesia untuk membangun kapasitas produksi, menciptakan karya yang kompetitif, dan menjangkau pemain global.

RIFTSTORM merupakan gim aksi multiplayer kooperatif yang mengajak pemain menghadapi ancaman supranatural melalui kombinasi karakter, persenjataan, dan kemampuan unik yang terus berkembang sepanjang permainan. Gim ini dirancang agar mudah dipelajari oleh pemain baru, sekaligus menawarkan kedalaman build dan progres bagi pemain yang ingin menguasai sistemnya. Pendekatan tersebut dibentuk melalui berbagai tahap pengujian dan penyempurnaan selama hampir lima tahun.
Pengembangan RIFTSTORM tidak lepas dari berbagai tantangan. Selama hampir lima tahun, tim menghadapi perubahan perilaku pemain, dinamika industri game global, keterbatasan sumber daya, serta kebutuhan untuk terus mengevaluasi arah produk. Ratusan ide, konsep, dan sistem telah diuji, disaring, atau bahkan ditinggalkan untuk membentuk versi yang kini tersedia bagi publik.
Lebih dari 120 talenta Indonesia terlibat dalam berbagai fase pengembangan proyek ini, termasuk profesional diaspora Indonesia yang sebelumnya pernah berkontribusi pada franchise internasional seperti Dynasty Warriors, Magic: The Gathering, Warhammer, Yu-Gi-Oh!, SMITE, hingga Samurai Warriors. Melalui RIFTSTORM, pengalaman internasional tersebut dipertemukan dengan kapasitas produksi yang dibangun oleh tim di Indonesia.
“RIFTSTORM memberikan kesempatan langka untuk menyatukan developer berbakat di Bandung dengan profesional diaspora Indonesia di berbagai negara dalam satu proyek besar dan menantang. Memberi ruang bagi talenta Indonesia untuk berkarya, berkembang, dan membawa hasil pekerjaannya ke pasar global telah menjadi bagian dari misi Agate sejak 17 tahun lalu. Saya bangga dan bersyukur atas kesempatan ini,” ujar Shieny Aprilia, CEO Agate
Selama fase Steam Early Access, Confiction Labs dan Agate akan terus mengembangkan proyek ini melalui pembaruan konten, penyempurnaan gameplay, penambahan karakter, senjata, musuh, variasi misi, serta berbagai fitur baru berdasarkan masukan komunitas hingga peluncuran versi penuh.
Melalui Early Access, RIFTSTORM kini menghadapi ujian berikutnya: membangun basis pemain, berkembang bersama komunitas global, dan melanjutkan perjalanannya menuju versi 1.0.
“Bagi saya, RIFTSTORM merupakan salah satu proses belajar terbesar dalam perjalanan sebagai pengembang. Tim telah mencurahkan waktu, tenaga, dan keahliannya untuk proyek ini, dengan dukungan keluarga, rekan industri, kreator konten, media, dan komunitas pemain dari berbagai negara. Membawa RIFTSTORM ke Early Access bukanlah garis akhir, dan kami menyadari bahwa kami belum memiliki semua jawabannya. Ini adalah kesempatan untuk terus belajar, mendengarkan pemain, dan membangun RIFTSTORM menjadi lebih baik bersama-sama,” tutur Fandry Indrayadi, Creative Director Confiction Labs.