Renaldi Zein
Kepala Divisi Komunikasi dan Hubungan Kelembagaan
PT Agrinas Palma Nusantara
Di tengah dorongan pemerintah menuju campuran biodiesel B40 hingga B50, PT Agrinas Palma Nusantara mulai menyiapkan diri untuk mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok energi berbasis kelapa sawit.
Perusahaan yang lahir pada Februari 2025 atas instruksi Presiden Prabowo Subianto ini, kini memegang amanah besar: mengelola 1,7 juta hektare lahan sawit yang berasal dari sitaan negara hasil penertiban Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH).
"Agrinas ini diperuntukkan untuk mengelola limpahan amanah, kebun-kebun sawit yang sudah inkrah," kata Kepala Divisi Komunikasi dan Hubungan Kelembagaan PT Agrinas Palma Nusantara Renaldi Zein.

Limpahan lahan sitaan itu diterima Agrinas dalam lima tahap. Tahap pertama pada 10 Maret 2025 seluas 221.868,83 hektare, tahap kedua pada 26 Maret 2025 seluas 212.338,71 hektare. Kemudian tahap ketiga pada 9 Juli 2025 seluas 399.206,05 hektare, tahap keempat pada 12 September 2025 seluas 669.023,20 hektare, dan tahap kelima pada 24 Desember 2025 seluas 204.575,38 hektare.
Dari total 1,7 juta hektar lahan yang tersebar di 15 provinsi, sekitar 774 ribu hektare lahan produktif. Dalam setahun, Agrinas Palma Nusantara membukukan pendapatan sebanyak Rp4,3 juta triliun, dengan keuntungan bersih Rp1,6 triliun. Perseroan juga menyumbang ke kas negara sebesar Rp530 miliar dan menaruh deposit di escrow account mencapai Rp1 triliun.
Menurut Renaldi, saat ini Agrinas masih berada pada tahap riset untuk penyempurnaan kualitas minyak sawit murni yang kelak akan menjadi bahan dasar B40 dan B50. Meskipun belum ada target pasti, Agrinas menaruh harapan agar tahap produksi biodiesel ini bisa dimulai sebelum berakhirnya masa jabatan Presiden Prabowo.

Namun, Agrinas juga tidak ingin terburu-buru karena proses menuju B50 bukan hal yang bisa dilakukan tergesa-gesa. "Kami sebagai professional, siapa sih enggak mau secepatnya, tapi kami tidak mau terburu-buru. This is about fatal, kalau kita terlalu cepat-cepat tahu-tahu kadarnya begini, karena itu semua harus pakai uji coba," katanya.
Di kantornya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 16 Februari 2026 lalu. Renaldi memaparkan banyak hal tentang visi PT Agrinas Palma Nusantara kepada wartawan SUAR Feby Febriana Nadeak. Petikannya:
Berapa lahan sawit yang dikelola Agrinas saat ini ?
Kita sampai sekarang memiliki 1,7 juta hektare lahan sawit dengan 5 kali termin. Jadi termin pertama kita terima itu bulan April. Agrinas ini diperuntukkan untuk mengelola limpahan amanah, kebun-kebun sawit yang sudah inkrah. Nah, kalau enggak salah dari 220-an ribu hektare lahan sitaan yang sudah inkrah ya.
Jadi kami itu diamanahkan untuk mengelola limpahan-limpahan itu, yang belum tentu menjadi aset kami dalam proses. Tentunya kami menjadikan itu aset daripada sebuah korporasi. Sebelum menjadi aset korporasi kami sudah boleh mengelolanya, menjadikan nilai tambah ya.
Bagaimana peran Agrinas dalam program B40 dan B50?
Kami sedang merencanakan mengarah dari crude palm oil akan di-refine, di-refining lagi menjadi minyak yang siap goreng, yang jernih gitu kan. Dari situ ada juga tingkatannya jadi oleum, jadi macam-macam. Dari sana lagi bisa dijadikan hilirisasi menjadi B40, B50 untuk campuran fuel, bahan bakar, apakah itu kereta api, pesawat terbang, mobil.
Berarti sekarang belum terlaksana Agrinas masuk ke B40 dan B50?
Belum lah, masih long process. Long process bukan long time ya, masih dalam uji coba saya rasa sudah dilakukan oleh beberapa Perusahaan. Kan yang sudah ada pun banyak lah tetangga kita. Oke, let's say Sinar Mas atau apapun sudah memproduksi minyak gitu.
Ada target kapan Agrinas akan mensuplai untuk B40 atau B50?
Sure, suatu korporasi itu kan mempunyai planning. Tapi saya belum bisa menjelaskannya kapan. Tapi mudah-mudahan sebelum Pak Prabowo Subianto menyelesaikan tugasnya Presiden RI untuk periode ini. Maksudnya, boleh jadi beliau akan periode berikutnya kan? Sudah bisa kita dapatkan palm oil dan juga B40, B50.
Tidak ada target dari Presiden?
Saya kebetulan enggak kerja di istana. Tapi sebagai Presiden, saya tahu benar sifat beliau itu make it as soon as possible. Tapi kami sebagai professional, siapa sih enggak mau secepatnya, tapi kami tidak mau terburu-buru, karena itu semua harus pakai uji coba.
Langkah apa yang sudah disiapkan Agrinas menuju B50?
Kami sudah melakukan saat ini pada tahap research. Karena ini menyangkut masalah tahapan-tahapannya adalah minyak goreng yang cooking oil dulu, ready for cooking dan dari sana baru kita menjelantahkan lagi seberapa murninya ini, grade-nya.
Apakah Agrinas berencana ekspor CPO?
Peluang untuk ekspor itu sangat tinggi dan banyak. Tapi Presiden lebih mencanangkan swasembada pangan dan energi. Tapi kalau Anda bicara peluang ya kenapa enggak? Tentu ada.