Pesta Media 2026 Tekankan Kolaborasi, Bahas soal Jurnalisme hingga Isu Lingkungan

Kegiatan ini pun merupakan hasil kolaborasi dengan media massa, penggiat lingkungan, masyarakat sipil, hingga pemerintah untuk membahas isu terkini mengenai jurnalisme hingga lingkungan.

Pesta Media 2026 Tekankan Kolaborasi, Bahas soal Jurnalisme hingga Isu Lingkungan
Pengunjung Pesta Media 2026 meramaikan Selasar Promenade Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Sabtu (11/04/2026). (Foto:Gema/Suar.id).

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta kembali menggelar Pesta Media setelah terhenti selama 14 tahun pada 11-12 April 2026 di Taman Ismail Marzuki, Kota Jakarta Pusat. Kegiatan ini pun merupakan hasil kolaborasi dengan media massa, penggiat lingkungan, masyarakat sipil, hingga pemerintah untuk membahas isu terkini mengenai jurnalisme hingga lingkungan.

Ketua AJI Jakarta Irsyan Hasyim (Kiri) dan Sekretaris AJI Jakarta Fidelis (Kanan) saat Konferensi Pers Pesta Media 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Sabtu (11/04/2026). (Foto:Gema/Suar.id).

Ketua AJI Jakarta Irsyan Hasyim menekankan pentingnya kolaborasi dari seluruh pihak terkait dalam Pesta Media 2026 untuk memberikan dampak yang positif terhadap Tanah Air.

"Tema di sini adalah sebenarnya kolaborasi untuk mitigasi iklim dan lingkungan, tujuannya ini memang untuk menemukan bagaimana kolaborasi itu sehingga nanti semua yang dihasilkan dari kegiatan ini itu bisa menjadi semacam panduan," kata Irsyan, Sabtu (11/04/2026).

Selama dua hari, Pesta Media 2026 dimeriahkan dengan berbagai talkshow, pameran foto, instalasi seni, hingga penampilan musisi ternama.AJI Jakarta melalui acara ini dengan melibatkan berbagai pihak juga berupaya untuk memberikan dampak, seperti yang dijelaskan oleh Irsyan.

"Teman-teman pegiat pastik itu di kegiatan ini mencoba menyusun panduan mengenai pengurangan penggunaan plastik sekali pakai di event-event, jadi ini sebagai pilot project dari semua trial dan error di kegiatan ini itu bakalan jadi panduan dan rumusan yang bakalan dipakai oleh lembaga-lembaga atau komunitas lain ketika menyusun event-event serupa," jelasnya.

Pesta Media 2026 dimulai dengan talkshow bertema "Lensa Terpinggirkan: Suara Jurnalis Perempuan dalam Krisis Iklim dan Kelompok Rentan". Ada pula talkshow lainnya yang membicarakan soal bagaimana kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai menyentuh ke bidang jurnalisme.

"Ada beberapa diskusi lain dan ada workshop mengenai mobile journalism untuk teman-teman mahasiswa maupun jurnalis yang tertarik dengan isu tersebut," katanya.

Seluruh tema dalam talkshow yang digelar di Pesta Media 2026 ini sudah dirancang sedemikian rupa untuk mengangkat isu-isu yang penting untuk disoroti dan meningkatkan kesadaran masyarakat.Seperti contoh, talkshow pertama yang membicarakan soal jurnalis perempuan yang bertugas meliput bencana.

Dijelaskan oleh Irsyan, AJI sengaja mengangkat tema tersebut lantaran beban yang dipikul oleh jurnalis perempuan di Indonesia ketika sedang meliput soal bencana lebih berat dibandingkan dengan jurnalis laki-laki, sehingga dibutuhkan kesadaran yang tinggi mengenai hal tersebut.

"Jadi dengan menampilkan ini upaya juga untuk membangun kesadaran di newsroom bahwa harus ada pendekatan yang berbeda yang harus dilakukan ketika menugaskan teman-teman jurnalis perempuan ketika meliput isu lingkungan baik bencana, mitigasi, maupun hal lain yang berbau dengan lingkungan," lanjut Irsyan.

Ia pun berharap Pesta Media ini dapat diselenggarakan kembali di tahun-tahun yang akan datang dan menjadi agenda rutin yang dilaksanakan oleh AJI Jakarta, tentunya dengan tetap mengedepankan kolaborasi dan memberikan dampak.

Pesta Media 2026 juga merupakan upaya yang dilakukan untuk menegaskan komitmen tiga pilar utama AJI yang disebut dengan Tri Panji Aji.

"AJI itu mempunyai 3 Tri Panji, yang pertama itu kesejahteraan jurnalis, tentunya dengan kolaborasi kita bakalan mendukung untuk memperkuangkan kesejahteraan jurnalis untuk lebih baik ke depannya," ungkap Irsyan.

Selain itu, AJI Jakarta juga menekankan terkait dengan kebebasan pers dan mewujudkan profesionalisme jurnalisme dalam Pesta Media 2026.

Sekretaris AJI Jakarta Fidelis, berharap para jurnalis di Indonesia dalam Pesta Media 2026 ini juga bisa kembali merefleksikan lagi profesinya untuk menjadi lebih profesional dalam menjalankan tugasnya dan menghadapi tekanan.

"Harapannya temen-temen jurnalis juga bisa kembali lagi untuk merefleksikan profesinya, dengan adanya tekanan-tekanan baik di dalam ruang redaksi kemudian di luar, kemudian juga ada teknologi, itu kemudian bisa kita mencari jalan yang terbaik buat mereka," harap Fidelis.

Talkshow bertema "Ketergantungan Batubara dan Tantangan Transformasi Ekonomi Daerah" di Pesta Media 2026, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Sabtu (11/04/2026). (Foto:Gema/Suar.id).

AJI Jakarta melalui Pesta Media 2026 berupaya untuk membuka ruang diskusi antara media dan pihak terkait seperti asosiasi masyarakat sipil untuk kemudian mereka bisa mengkampanyekan isu-isu yang menjadi perhatian.

"Kami juga membuka pintu kepada teman-teman CSO lingkungan agar mereka juga bisa punya koneksi dengan teman-teman media bagaimana mengkampanyekan isu-isu yang mereka sangat pedulikan terutama soal lingkungan," tutupnya.

Baca juga:

Dari Migas hingga Media, Ini Sejumlah Klausul ART yang Dinilai Berisiko bagi Indonesia
Ekonom menilai sejumlah pasal kesepakatan ini justru merugikan Indonesia dan akan lebih banyak menguntungkan Amerika Serikat.

Baca selengkapnya

Ω