Masyarakat yang Liburan Nataru 2025/2026 ke Luar Negeri Meningkat

Pola pergerakan penumpang angkutan umum selama masa libur Natal dan Tahun Baru cenderung berubah dari tahun ke tahun. Di akhir tahun lalu, Kementerian Perhubungan mencatat peningkatan jumlah pelaku perjalanan dengan angkutan udara pada penerbangan internasional.

Masyarakat yang Liburan Nataru 2025/2026 ke Luar Negeri Meningkat

Berdasarkan data akumulasi dari H-7 (18 Desember) hingga H+5 (30 Desember) periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), total penumpang di berbagai moda transportasi berfluktuasi.

Pada periode Nataru 2023/2024, jumlah penumpang angkutan udara tercatat sebanyak 4.409.234 orang, yang kemudian meningkat menjadi 4.883.625 penumpang pada periode 2024/2025. Namun, pada periode 2025/2026, terjadi penurunan jumlah penumpang udara yang cukup tajam menjadi 3.496.901 orang.

Kondisi ini berbeda dengan moda kereta api yang terus merangkak naik hingga mencapai puncaknya di angka 5.380.544 penumpang pada periode 2025/2026.

Secara keseluruhan, moda transportasi darat dan penyeberangan juga mengalami penyesuaian volume penumpang. Angkutan jalan (bus) yang sempat mencapai 3.736.389 penumpang pada 2024/2025 turun menjadi 2.251.733 pada periode terbaru. Di sisi lain, angkutan penyeberangan relatif stabil, meski menurun tipis ke angka 2.578.163 penumpang di tahun ini.

Penurunan di berbagai moda transportasi massal ini menunjukkan adanya perubahan preferensi masyarakat dalam memilih sarana transportasi. Hal ini pun bisa jadi dipengaruhi oleh perubahan daya beli serta pola distribusi waktu liburan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Pada sektor penerbangan, data periode Nataru 2025/2026 menunjukkan total pergerakan pesawat nasional didominasi oleh penerbangan domestik sebanyak 51.482 penerbangan, sementara penerbangan internasional tercatat sebanyak 8.793 penerbangan.

Meskipun volume penerbangan domestik terlihat besar, total penumpang udara justru turun dari 4,8 juta ke 3,4 juta. Penurunan jumlah penumpang domestik ini menjadi perhatian karena sektor ini biasanya menjadi tulang punggung mobilitas warga saat libur panjang akhir tahun.

Kementerian Perhubungan mengidentifikasi adanya perubahan pola liburan masyarakat Indonesia. Saat ini, terdapat tren pergeseran minat dari destinasi domestik menuju destinasi internasional. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman Laisa menyampaikan bahwa terdapat peningkatan pada penerbangan internasional, yaitu 7,2% (y-o-y) dari sisi jumlah pesawat dan 5% (y-o-y) dari sisi penumpang.

Kemenhub juga mencatat secara kumulatif penerbangan domestik tahun ini menurun. Jumlah penumpang domestik menurun 2,2%, meski jumlah penerbangan meningkat 2,01%.

Lesunya penerbangan domestik di masa Nataru kali ini disinyalir akibat tingginya harga tiket pesawat dalam negeri dibandingkan dengan rute internasional ke negara-negara tetangga yang lebih kompetitif. Hal ini mendorong masyarakat kelas menengah ke atas lebih memilih berlibur di luar negeri.

Kemudahan akses dan promosi wisata mancanegara pun mulai menggerus pasar wisata lokal. Temuan Kemenhub tersebut menegaskan bahwa pertumbuhan penumpang internasional menjadi penyelamat atau penopang bagi industri angkutan udara di tengah penurunan minat perjalanan domestik.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemangku kepentingan industri pariwisata dalam negeri untuk mengevaluasi struktur harga tiket dan daya tarik destinasi lokal agar tetap mampu bersaing dalam menarik wisatawan domestik di masa mendatang.

Pola perjalanan selama periode Nataru 2025/2026 menunjukkan ketergantungan pada moda udara domestik mulai berkurang akibat pergeseran minat berlibur ke luar negeri dan beralihnya penumpang jarak menengah ke moda kereta api. Keberhasilan angkutan kereta api mencapai angka di atas 5 juta penumpang menunjukkan bahwa masyarakat mencari alternatif yang lebih terjangkau dan tepat waktu.

Perubahan pola ini menjadi tantangan bagi pemerintah untuk memperbaiki kebijakan transportasi yang lebih mengarah untuk pengembangan ekonomi domestik. Dengan kebijakan transportasi yang lebih ramah bagi masyarakat, maka sektor pariwisata nasional akan terus berkembang.

Baca selengkapnya