Living Lab Ventures (LLV) menilai dinamika pasar modal Indonesia yang terguncang dalam beberapa pekan terakhir tidak berdampak signifikan terhadap minat investor global yang menempatkan dananya melalui skema modal ventura.
LLV adalah perusahaan modal ventura (corporate venture capital) milik Sinar Mas Land yang berfokus pada pendanaan, inkubasi, dan pengembangan startup potensial, khususnya dalam bidang Smart Technologies, Digital Life, dan Mobility.
Partner Living Lab Ventures, Bayu Seto, mengatakan bahwa di tengah kabar keluarnya sejumlah investor global dari Indonesia akibat ketidakpastian pasar, pihaknya justru merasakan dampak positif.
Menurutnya, hal itu dicapai melalui kinerja fundamental dan strategi investasi yang tepat sehingga mampu menarik minat investor global. Dengan pendekatan dan ekosistem yang sesuai, Indonesia masih menjadi destinasi investasi yang menjanjikan.
Bayu mengatakan, saat ini mayoritas investor di LLV berasal dari Jepang seperti Rohto, Sutaya, dan Advasa. Investor-investor tersebut memiliki kepentingan strategis untuk memperluas produk dan kolaborasi bisnis Jepang di Indonesia.
“Mereka ingin membawa dan mengadopsi lebih banyak produk Jepang di Indonesia. Jadi yang masuk bukan hanya dana, tetapi juga produk dan kolaborasi industri," ujar dia.
Saat ini penyaluran investasi LLV masih didominasi di KEK BSD, melalui ekosistem Sinarmas. Portfolio ini juga menjadi pondasi penting yang membuat LLV menarik bagi investor global dalam memarkirkan dananya.
Dari sisi portofolio, penyaluran investasi LLV masih didominasi di kawasan KEK BSD yang merupakan bagian dari ekosistem Sinar Mas. Bayu menyebut, kekuatan ekosistem kota terintegrasi ini menjadi fondasi yang membuat LLV menarik bagi investor global untuk memarkirkan dana.
Dengan pendekatan berbasis ekosistem dan kemitraan strategis tersebut, LLV optimistis arus investasi global ke Indonesia tetap terjaga di tengah fluktuasi pasar.
Living Lab Ventures (LLV),melalui kemitraan strategis dengan Spiral Ventures telah meluncurkan Japan Thematic Fund, sebuah inisiatif penting yang dirancang untuk memperkuat kolaborasi ekonomi dan membuka peluang baru bagi pertumbuhan strategis antara Jepang dan Asia Tenggara, dengan Indonesia sebagai fokus utama.
Japan Thematic Fund didukung oleh konsorsium investor strategis dari Jepang dan Indonesia, termasuk Cool Japan Fund Inc. (CJF), sebuah dana investasi publik-swasta Jepang yang didedikasikan untuk berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Jepang yang berkelanjutan melalui perluasan permintaan dan pasokan luar negeri terhadap produk serta layanan menarik yang khas dari gaya hidup dan budaya Jepang, bergabung sebagai salah satu investor utama dalam dana tersebut.
Investor lainnya termasuk Bank Danamon Indonesia, yang merupakan anggota dari MUFG Group, Rohto Pharmaceutical, Advasa, Culture Convenience Club (perusahaan induk TSUTAYA, salah satu jaringan toko buku terbesar di Jepang), serta Sinar Mas Land, yang juga berperan sebagai cornerstone limited partner. Kolaborasi ini mencerminkan meningkatnya keyakinan terhadap potensi investasi strategis antara Jepang dan Asia Tenggara, sekaligus memperkuat misi bersama untuk menciptakan nilai ekonomi jangka panjang dan memperdalam kerja sama bilateral antara kedua kawasan.
Kolaborasi LLV dan Spiral Ventures
Kolaborasi antara LLV dan Spiral Ventures akan membentuk aliansi strategis yang tidak hanya menggerakkan modal, tetapi juga mendorong kolaborasi, membuka akses pasar, dan memperkuat sinergi bisnis antara perusahaan Jepang dan Asia Tenggara.
LLV memanfaatkan ekosistem inovasi di BSD City, Indonesia, yang telah berkembang menjadi pusat transformasi digital dan pengembangan kota pintar dari Sinar Mas Land. Mega township ini telah menjadi destinasi utama bagi berbagai bisnis untuk berkembang, menyediakan lingkungan ideal bagi investor global dan pelaku inovasi untuk berkolaborasi, menguji ide, serta memperluas skala bisnis lintas pasar.
Di sini, LLV berperan penting dalam menjembatani kerja sama antara investor global dan startup Indonesia, menjadikannya konektor utama dalam lanskap teknologi regional. Sementara itu, Spiral Ventures membawa pengalaman luas dari operasi investasinya di berbagai negara Asia, dengan fokus pada perusahaan-perusahaan yang mampu menghadirkan solusi atas tantangan sosial dan membentuk masa depan pasar negara berkembang.
Tidak Hanya Investasi Semata
CEO and Managing Partner Spiral Ventures Yuji Horiguchi menambahkan, inisiatif kemitraan ini jauh melampaui investasi semata, namun merupakan sebuah integrasi.
Dengan menggabungkan presisi teknologi dan keunggulan budaya Jepang dengan energi kewirausahaan dan kecepatan pertumbuhan Asia Tenggara, pihaknya ingin menciptakan model bisnis baru, mendorong inovasi berkelanjutan, dan menghadirkan dampak sosial yang melintasi batas negara.
“Dana ini mencerminkan keyakinan kami bahwa kolaborasi antara Jepang dan Asia Tenggara akan menjadi pendorong utama gelombang pertumbuhan dan inovasi berikutnya di kawasan ini.” ujar dia