Kekuatan Ekonomi Kelompok D-8

Selama hampir tiga dekade Kelompok D-8 (Developing Eight) berdiri, organisasi yang dibentuk pada tahun 1997 ini telah tumbuh sebagai kelompok dengan kekuatan ekonomi cukup signifikan di dunia. PDB kelompok yang sekarang beranggotakan 9 negara berkembang ini sekitar 5% dari total PDB dunia.

Kekuatan Ekonomi Kelompok D-8

Kelompok D-8 beranggotakan negara-negara berkembang yang berada di wilayah Asia hingga Afrika, yakni Azerbaijan, Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turkiye. Keberadaan kelompok yang ditujukan untuk menjalin kerjasama ekonomi ini dideklarasikan oleh masing-masing kepala negara/pemerintahan melalui Deklarasi Istanbul pada 15 Juni 1997.

Semula kelompok ini hanya beranggotakan 8 negara, Azerbaijan baru bergabung pada tahun 2025. Target negara-negara D-8 melakukan kerjasama ekonomi adalah untuk memperbaiki kondisi ekonomi mereka di tengah persaingan global, selain juga membuka peluang perdagangan yang baru dan beragam, berpartisipasi dalam pengambilan keputusan di tingkat internasional, dan memperbaiki standar hidup.

Dari segi populasi, jumlah penduduk di negara-negara yang mayoritas Muslim ini hampir 1,3 miliar jiwa atau 15,73% dari total penduduk dunia. Jumlah penduduk terbanyak berasal dari Indonesia (283,48 juta jiwa, 2024) dan Pakistan (251,26 juta jiwa, 2024).

Sementara itu, dari segi ekonomi, produk domestik bruto (Gross Domestic Product/GDP) ke-9 negara ini di tahun 2024 berdasarkan data Bank Dunia mencapai 5.190,22 triliun dolar AS, berkontribusi sekitar 4,68% terhadap total GDP dunia. Angka-angka ini sudah jauh meningkat dibandingkan tahun-tahun awal negara-negara ini bergabung. Di tahun 2000, total GDP negara-negara D-8 ini baru sekitar 33,89 triliun dolar AS atau 2,86% dari total GDP dunia.

Di antara 9 negara tersebut, negara yang memiliki skala ekonomi paling besar adalah Indonesia dan Turkiye, dengan GDP masing-masing senilai 1.396,3 triliun dolar AS dan 1.359,12 triliun dolar AS.

Pendapatan per kapita (GDP per capita) negara anggota D-8 bervariasi. Dengan rentang antara 1.000 – 16.000 dolar AS per tahun, pendapatan per kapita negara-negara D-8 ada yang termasuk kelompok berpendapatan menengah bawah, menengah atas, bahkan kelompok berpendapatan tinggi. Dengan tahun pembanding adalah tahun 2024, negara anggota D-8 yang memiliki pendapatan per kapita tertinggi adalah Turkiye (15.892,7 dolar AS) dan Malaysia (11.874,4 dolar AS). Sementara pendapatan per kapita Indonesia di angka 4.925,4 dolar AS (2024).

Berdasarkan kategorisasi yang dibuat oleh Bank Dunia, kelompok negara yang berpendapatan menengah bawah (Lower-Middle Income) adalah yang memiliki pendapatan per kapita antara 1.046 – 4.095 dolar AS. Negara yang berpendapatan menengah atas (Upper-Middle Income) adalah yang memiliki pendapatan per kapita antara 4.096 – 12.695 dolar AS. Sedangkan negara yang berpendapatan tinggi (High Income) adalah yang memiliki pendapatan per kapita di atas 12.696 dolar AS.

Pertumbuhan ekonomi negara-negara D-8 ini pun bervariasi, berkisar antara 2,4% hingga 5,1% pada tahun 2024. Pertumbuhan ekonomi tertinggi dimiliki oleh Malaysia dan Indonesia yang mencapai angka 5%.

Dengan kekuatan ekonomi yang bervariasi ini, kerjasama yang dibangun oleh para anggota D-8 akan saling melengkapi ketimbang berkompetisi. Akses pasar dan peluang investasi tentunya terbuka lebar bagi setiap negara dengan memanfaatkan keunggulan komparatif masing-masing.

Indonesia memegang Keketuaan D-8 periode 2026-2027 dan akan menggelar KTT di Jakarta tahun 2026 ini. Ke depannya, tantangan yang dihadapi negara-negara D-8 tidak semata terkait ekonomi, namun juga terkait bagaimana memperkuat solidaritas di tengah kondisi geopolitik global, terutama kawasan Timur Tengah yang sedang dilanda perang.

Author

Baca selengkapnya