Daya Tarik Destinasi Wisata ASEAN di Kancah Internasional

Setelah dihantam pandemi, pariwisata ASEAN mulai pulih dengan jumlah kunjungan wisatawan yang terus meningkat. Daya pikat pariwisata Asia Tenggara semakin beragam, terbukti dengan sejumlah destinasi di negara ASEAN menjadi Best of the Best Destinations Travelers' Choice Award 2026 versi TripAdvisor.

Daya Tarik Destinasi Wisata ASEAN di Kancah Internasional

Dalam Travelers' Choice Award 2026 Bali, Indonesia, sukses mengukuhkan posisinya sebagai destinasi wisata terbaik nomor satu di dunia, sebuah pencapaian yang kian mempertegas bahwa eksotisme budaya dan alam nusantara tetap menjadi magnet utama wisatawan global.

Tidak hanya Bali, beberapa kota besar lain di ASEAN seperti Bangkok (Thailand), Siem Reap (Kamboja), dan Hanoi (Vietnam) juga turut masuk dalam daftar tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa setiap sudut kawasan Asia Tenggara memiliki karakter unik yang diakui secara internasional.

Keberhasilan di kancah global ini dibuktikan dengan tren pemulihan jumlah kunjungan wisatawan ke ASEAN yang terus menunjukkan grafik positif pasca pandemi. Berdasarkan data statistik tahun 2024, total kunjungan wisatawan ke seluruh negara anggota ASEAN telah menembus angka 125,44 juta pengunjung. 

Angka ini merupakan lompatan besar jika dibandingkan dengan masa krisis di tahun 2021 yang hanya tercatat sekitar 2,95 juta kunjungan. Thailand masih memimpin dengan 35,5 juta wisatawan, disusul oleh Malaysia dengan 25 juta, serta Indonesia dan Vietnam yang masing-masing mencatatkan jumlah di angka 13,9 juta dan 17,6 juta kunjungan.

Kebangkitan sektor pariwisata ini tidak lepas dari salah satu peran aktif kerjasama regional di bawah payung ASEAN Tourism Forum (ATF) dan implementasi ASEAN Tourism Strategic Plan (ATSP) 2016-2025. Negara-negara anggota kini lebih giat melakukan promosi bersama dengan konsep "ASEAN as a Single Destination"

Melalui strategi ini, wisatawan mancanegara didorong untuk tidak hanya mengunjungi satu negara, melainkan melakukan perjalanan lintas batas (multi-country) dengan kemudahan fasilitas visa dan konektivitas udara yang semakin terintegrasi. Upaya ini terbukti efektif dalam meningkatkan arus wisatawan secara lebih merata ke seluruh pelosok Asia Tenggara.

Di luar urusan pemasaran, kolaborasi di tingkat regional juga difokuskan pada standarisasi layanan melalui ASEAN Tourism Standards. Hal ini mencakup sertifikasi untuk hotel hijau (Green Hotel), standar toilet umum, hingga keamanan destinasi.

Sinergi ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap wisatawan yang datang ke kawasan ini mendapatkan standar kenyamanan yang serupa, Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui skema Mutual Recognition Arrangement on Tourism Professionals (MRA-TP) juga menjadi kunci agar tenaga kerja lokal mampu bersaing di level internasional.

Baca selengkapnya