Dinobatkannya Indonesia sebagai pemiliki kedai kopi terbanyak di dunia bukan tanpa alasan. Tradisi berkumpul dengan keluarga, teman, atau kolega di kafe atau restoran untuk berbagai acara atau sekadar makan dan minum telah mendorong menjamurnya usaha penyediaan makanan minuman.
Pasca-pandemi, sektor penyediaan makanan dan minuman ini termasuk sektor yang cepat bangkit. Jika pada tahun 2020 pertumbuhan sektor ini terkontraksi cukup dalam, yakni menjadi -6,88% -akibat pembatasan mobilitas-, tahun berikutnya bisa tumbuh 3,52%. Di tahun 2022 tumbuh dua kali lipat menjadi 8,21% dan di tahun 2023 naik lagi menjadi 9,26%.
Dalam dua tahun tersebut pertumbuhan sektor penyediaan makanan minuman sudah melampaui pertumbuhan sebelum pandemi. Bahkan, jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang di kisaran 5%. Meski di tahun 2024 pertumbuhan sektor penyediaan makan dan minum ini sedikit menurun (8,54%), tahun 2025 pada triwulan III pertumbuhannya 10,58%.
s
Berdasarkan hasil survei oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang dilansir pada 2025, jumlah usaha penyediaan makanan minuman di Indonesia tahun 2024 mencapai 5,28 juta usaha atau meningkat 8,71 persen dibandingkan tahun 2023. Dari jumlah tersebut, kelompok restoran dan rumah makan sebanyak 2,51 juta usaha atau 47,59% dari total usaha penyediaan makanan minuman di Indonesia.
Kelompok usaha jasa boga atau katering tercatat sebanyak 293,25 ribu usaha (5,56%). Kelompok usaha penyediaan makanan minuman keliling atau tempat tidak tetap mencapai 724,60 ribu usaha (13,73%). Sementara, kelompok keempat atau lainnya yang meliputi kedai makanan minuman, rumah minum/kafe, bar, diskotek, dan sejenisnya sebanyak 1,75 juta usaha (33,12%).
Dari sisi tenaga kerja, usaha penyediaan makanan minuman tahun 2024 mempekerjakan 19,48 juta orang. Jumlah pekerja ini didominasi oleh laki-laki (50,65%).
Kesuksesan bisnis menyediaan makanan minuman yang terkait dengan bisnis kuliner ini ditentukan oleh banyak faktor. Dinamika perekonomian yang memengaruhi daya beli masyarakat merupakan salah satunya. Namun, yang utama adalah bagaimana strategi pemilik restoran atau kafe dalam menarik dan mempertahankan pelanggan.
Untuk itu, banyak aspek yang perlu diperhatikan, mulai dari menu yang disediakan, tempat yang nyaman dan ikonik, pelayanan yang baik, fasilitas yang disediakan, harga yang kompetitif, atau desain interior yang menarik, dan lainnya. Aspek-aspek tersebut harus dikelola menjadi daya tarik dan kekhasan.
Strategi ini menjadi penting karena pesaing akan semakin banyak. Dalam mengelola usaha ini kreativitas tentunya harus dikedepankan untuk mengikuti perkembangan/tren dan menjawab kebutuhan pelanggan.