Sambut Era Baru Aset Kripto di 2026

industri aset kripto di Indonesia resmi memasuki fase maturitas baru menyusul selesainya masa transisi pengawasan dari Bappebti ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sambut Era Baru Aset Kripto di 2026
CEO Tokocrypto Calvin Kizana Saat Memberikan Paparan Mengenai Bisnis Tokocrypto Dalam Acara " Indonesia Cyrpto Outlook 2026 di Jakarta (29/1)- (Ridho-Suar.id)

Direktur PT Central Finansial X (CFX) Lukas Lauw mengatakan, industri aset kripto di Indonesia resmi memasuki fase maturitas baru menyusul selesainya masa transisi pengawasan dari Bappebti ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Lukas menegaskan bahwa transisi ini merupakan tonggak sejarah yang menunjukkan adopsi aset kripto di dalam negeri semakin luas dan terstruktur.

Dengan ditopang regulasi yang kian komplet dan kini di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perdagangan aset kripto diperkirakan bakal terus berkembang di 2026. Para pelaku pasar menilai aset kripto akan jadi jenis aset yang makin diperhitungkan dan dilirik investor ritel dan korporasi.

"Bursa CFX sebagai pionir bursa kripto di Indonesia, bangga menjadi salah satu pendukung tumbuhnya industri aset kripto di dalam negeri. Kolaborasi adalah kunci utama, jadi ini semua terjadi karena kolaborasi dari pelaku-pelaku industri di aset kripto," kata Lukas dalam acara “Indonesia Crypto Outlook 2026”, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Ia mengatakan, dengan ditopang regulasi yang kian matang dan berada di bawah pengawasan lembaga superbody seperti OJK, akan membuat tingkat kepercayaan diri masyarakat akan aset kripto bakal meningkat. Dampaknya, lanjutnya, aset kripto akan berkembang pesat dan jadi aset yang diperhitungkan dan dilirik investor ritel dan korporasi.

Pemerintah terus berkomitmen memperkuat ekosistem aset kripto di Indonesia guna memastikan perlindungan konsumen dan stabilitas sektor keuangan.

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal Arief Wibisono menuturkan kerangka penguatan ekosistem aset kripto harus diciptakan agar memberikan keamanan dan kenyamanan bersama.

Hal hal yang perlu diperhatikan untuk menciptakan ekosistem aset kripto yang sehat adalah Pertama, perilaku pasar dan perlindungan konsumen. Ini mencakup transparansi dan informasi.

ekosistem aset kripto yang kedua adalah terkait ketahanan operasional dan keamanan siber. Mengingat tingginya risiko digital, pemerintah menekankan pentingnya audit berkala dan kesiapan menghadapi insiden.

Ketiga, tata kelola dan konflik kepentingan.hal ini termasuk penekanan pada kontrol internal dan pengendalian risiko untuk memastikan bahwa penyelenggara aset kripto menjalankan bisnisnya secara profesional tanpa adanya benturan kepentingan yang merugikan nasabah.

Keempat, data dan pelaporan dimana penguatan pengawasan berbasis risiko dilakukan melalui pelaporan data yang akurat serta penutupan celah data guna mendukung pemantauan pasar secara real time.

"Untuk itu, penguatan tata kelola, penguatan ketahanan operasional, penguatan data dan pelaporan, penguatan literasi, semua menjadi pelajaran bagi kripto di masa yang akan datang," jelas Arief.

Pasar yang terus bertumbuh

CEO Tokocrypto Calvin Kizana mengatakan, minat masyarakat akan aset kripto terus bertumbuh. Hingga akhir 2025, Tokocrypto telah melayani lebih dari 4,8 juta pengguna, dengan pertumbuhan pengguna aktif tahunan (YoY) mencapai 75%. 

Sepanjang 2025, total nilai transaksi Tokocrypto tercatat melampaui Rp160 triliun dengan pangsa pasar lebih dari 40%, mencerminkan kuatnya kepercayaan serta tingginya aktivitas perdagangan pengguna

Ia menjelaskan, dari sisi produk, Tokocrypto menyediakan lebih dari 480 pasangan perdagangan berbasis rupiah (IDR pairs), menempatkannya sebagai salah satu exchange kripto di Indonesia dengan pilihan IDR pair terbanyak.

 Selain itu, Tokocrypto telah menjalin lebih dari 100 kemitraan brand strategis serta secara aktif mendorong edukasi kripto nasional melalui 168 lebih inisiatif literasi yang menjangkau lebih dari 125 ribu peserta di 50 kota, termasuk menjadi exchange pertama yang menggelar kegiatan literasi kripto secara offline di Papua. 

Ia mengatakan bahwa pertumbuhan ini mencerminkan strategi perusahaan yang fokus pada kepercayaan, inovasi, dan tata kelola yang kuat. Langkah ini sejalan dengan visi jangka panjang perusahaan untuk memposisikan diri sebagai pemimpin pasar.

“Pertumbuhan perusahaan tidak hanya berfokus pada akuisisi pengguna, tetapi juga pada keberlanjutan bisnis. Kami terus membangun perusahaan yang sehat secara finansial, inovatif dalam produk, serta patuh terhadap regulasi,” ujar dia.

Read also:

From Crypto to Fintech, Digital Economy Tax Revenue Continues to Increase
The Ministry of Finance stated that the realization of tax revenue from the digital economy reached Rp 40.02 trillion as of July 31, 2025.

Saat ini, Tokocrypto menjadi salah satu dari sedikit startup dan exchange kripto resmi di Indonesia yang memiliki pondasi keuangan yang solid dan berkelanjutan.

Dari sisi pengembangan produk, Tokocrypto terus menghadirkan inovasi untuk meningkatkan pengalaman pengguna, mulai dari layanan staking dengan lebih dari 80 aset kripto, fitur AI Analysis untuk analisis sentimen pasar, Rewards Hub, hingga pengembangan fitur lanjutan seperti QRIS Deposit dan Futures atau Derivatif yang akan segera hadir di tahun ini. Seluruh inovasi ini dibangun di atas standar keamanan dan kepatuhan regulasi yang ketat untuk melindungi pengguna.