" } }

Ringkasan Eksekutif: Swasembada Pangan, Menguatkan Ketahanan Bangsa

Swasembada beras menjadi awal dari penguatan fondasi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Diperlukan stabilitas dan kontinuitas agar berdampak luas

Table of Contents

Satu tahun Pemerintahan Prabowo Subianto mulai membuat capaian strategis. Salah satunya di sektor pangan dengan tiga program utama, yaitu memperkuat ketahanan pangan nasional, mempercepat swasembada beras, dan membangun ekosistem peternakan rakyat. 

Fokusnya adalah mengurangi ketergantungan impor, meningkatkan produksi dalam negeri, serta membangun infrastruktur dan regulasi yang mendukung. Semuanya bermuara pada kemandirian dan penguatan ketahanan sektor pangan. 

Hal ini bisa dicapai dengan satu langkah awal melalui kebijakan swasembada beras yang dicapai dengan beberapa program.  

  • Strategi penyerapan gabah: pemerintah memperkuat peran Bulog dan BUMN pangan untuk membeli gabah petani dengan harga wajar.
  • Dukungan lintas kementerian: koordinasi antara Kementerian Pertanian, PUPR (irigasi), dan BUMN untuk mempercepat produksi.

Capaian swasembada beras 2025 bukti kemandirian pangan nasional. Di sisi lain, Bulog  juga berperan sebagai stabilisator dengan pengadaan, penyaluran bantuan, dan SPHP (stabilitas pasokan dan harga pangan).

  • Surplus produksi beras: stok kuat, membuka peluang ekspor.
  • Tantangan utama: kesejahteraan petani, regenerasi, akses lahan, perubahan iklim, efisiensi produksi.
  • Solusi strategis: perlindungan harga, reforma agraria, modernisasi penggilingan, standar mutu beras, penguatan koperasi, serta adaptasi iklim.

Pemerintah juga bersiap menuju tercapainya swasembada jagung. Hal ini memicu pemerintah merevitalisasi ekosistem industri peternakan di Indonesia. Karena dengan stabilitas produksi jagung, maka rencana berikutnya untuk merealisasikan pembangunan industri pakan ternak di tanah air akan memiliki pijakan lebih kuat.

Pengembangan peternakan ayam merupakan bagian dari percepatan hilirisasi pangan nasional.

Pembangunan Ekosistem Peternakan 

  • Penguatan peternakan rakyat: pemerintah mendorong model koperasi dan kemitraan agar peternak kecil bisa masuk rantai pasok nasional.
  • Peningkatan produksi daging dan susu: program inseminasi buatan, perbaikan bibit, serta dukungan pakan lokal.
  • Integrasi dengan sektor pangan: peternakan dikaitkan dengan serapan gabah (untuk pakan) sehingga mendukung stabilitas harga beras sekaligus memperkuat ekosistem.
  • Infrastruktur peternakan: pembangunan rumah potong hewan modern, cold storage.

Revitalisasi Ekosistem Peternakan

  • Stabilitas jagung → dasar pembangunan industri pakan ternak.
  • BP Danantara investasi Rp20 triliun untuk pabrik pakan, DOC, vaksin, obat-obatan.
  • PTPN III dan PT Berdikari ditunjuk sebagai pelaksana.
  • Fokus pada peternak kecil, UMKM, koperasi desa merah putih (KDMP).
  • Hilirisasi Pangan & Program MBG.
  • Peternakan ayam jadi bagian percepatan hilirisasi pangan.
  • Tujuan: jaga pasokan daging ayam & telur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • Rantai produksi terintegrasi: grandparent stock → parent stock → RPHU, cold storage, olahan.

Pemerintah memproyeksikan, ekosistem terintegrasi ini akan menciptakan hingga tiga juta lapangan kerja baru dalam empat tahunan ini mendatang, sekaligus menggerakkan ekonomi desa.

Read more