Pertumbuhan jumlah investor di tahun 2025 yang mencapai 37% dibandingkan tahun sebelumnya, di mana terdapat 4 juta SID di tahun 2024, dipengaruhi oleh faktor digitalisasi dan peningkatan literasi keuangan di Indonesia. Akan tetapi, jumlah investor individu mendominasi lebih dari 99% dari total investor.
Struktur kepemilikan aset menunjukkan dinamika yang berbeda antara sistem C-BEST (saham dan obligasi) serta S-INVEST (reksa dana). Dilihat dari komposisinya, investor individu merupakan motor penggerak utama dalam hal volume partisipasi. Per Desember 2025 tercatat total 20,29 juta SID individu sedangkan 33.007 berasal dari corporate, sedangkan lebih dari 35 ribu SID lainya berasal dari pension fund, institusi finansial, dan lainnya.
Pada sistem C-BEST, jumlah investor tercatat mencapai 8,5 juta SID individu (99,74%) dan S-INVEST dengan total 19 juta SID individu (99,88%). Sedangkan proporsi institusi tertinggi berada di SBN sebesar 1,86% dari total 1,41 juta SID di SBN per Desember 2025.
Dari segi usia pada SID individu, kelompok usia muda (di bawah 30 tahun) masih menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 54%. Meski mendominasi, total aset para investor muda ini masih berada jauh di bawah usia di atasnya.
Sebaliknya, meski jumlah entitas investor institusi jauh lebih sedikit, mereka memegang kendali atas nilai aset yang sangat signifikan. Perbandingan ini menunjukkan bahwa di saat investor ritel memengaruhi likuiditas harian dan antusiasme pasar, investor institusi tetap menjadi jangkar stabilitas dengan kepemilikan aset yang masif dan bersifat jangka panjang.
Dilihat dari segi platform pasar modal, S-INVEST memiliki jumlah investor reksa dana yang melonjak hingga 18,99 juta SID. Hal ini menandakan bahwa instrumen reksa dana kini menjadi pintu masuk utama bagi masyarakat awam untuk mulai mengenal dunia investasi sebelum melangkah ke instrumen yang lebih kompleks di C-BEST.
Sedangkan di sistem C-BEST, investor lokal kini mendominasi kepemilikan aset dengan porsi sekitar 60,68%, sedangkan investor asing yang mayoritas merupakan institusi menguasai sisa 39,32%. Dominasi lokal ini jauh lebih kuat di sektor S-INVEST, di mana investor domestik menguasai hampir 97,39% aset reksa dana.
Pertumbuhan masif di tahun 2025 ini memberikan optimisme sekaligus tantangan bagi regulator seperti KSEI dan BEI. Dengan kapitalisasi pasar yang sempat menyentuh Rp16.004 triliun, fokus ke depan bukan lagi sekadar menambah jumlah "angka" investor. Pekerjaan rumah terbesar adalah menjawab tuntutan lembaga internasional seperti MSCI soal kualitas dan transparansi data investor.
,