Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan terjadi lonjakan jumlah investor di tahun 2025 yang menembus angka 20,32 juta, tumbuh sekitar 37% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini bukan sekadar angka, melainkan juga cerminan dari meningkatnya literasi keuangan masyarakat Indonesia yang semakin cerdas dalam mengalokasikan asetnya, baik melalui sistem C-BEST untuk saham maupun S-INVEST untuk reksa dana.
Dominasi investor lokal semakin menggeser porsi kepemilikan aset oleh investor asing. Jika selama satu dekade lalu pasar modal kita sangat rentan terhadap arus keluar modal asing (capital outflow), kini struktur pasar modal Indonesia mulai diperkuat oleh investor domestik.
Komposisi investor lokal di sistem C-BEST telah mencapai lebih dari 60%. Sementara di sektor reksa dana melalui S-INVEST, dominasi lokal bahkan menyentuh angka di atas 97%. Kondisi ini memberikan stabilitas yang belum pernah terjadi sebelumnya, membuat pasar modal kita lebih tahan terhadap gejolak ekonomi global.
Demografi investor 2025 juga menunjukkan potensi ke depan lebih baik, di mana mayoritas pelaku pasar didominasi oleh generasi muda di bawah usia 40 tahun. Transformasi digital yang masif telah meruntuhkan tembok penghalang investasi, memungkinkan generasi muda dari berbagai penjuru wilayah, bahkan di luar pulau Jawa, mencatatkan pertumbuhan aset hingga ratusan persen dalam berpartisipasi.
Fenomena ini menciptakan efek positif di mana semakin banyak anak muda berinvestasi, semakin besar modal nasional yang terkumpul untuk membiayai kinerja emiten-emiten lokal tanpa harus bergantung pada dana dari luar negeri.
Pergerakan komposisi aset tersebut juga berdampak pada kualitas pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan investor lokal sebagai penggerak utama, dividen dan keuntungan investasi yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan besar di Indonesia tetap berputar di dalam negeri, sehingga dapat memperkuat daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB).
Menyongsong tahun-tahun mendatang, Indonesia memiliki pondasi lebih kuat dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Keberhasilan investor lokal dalam menguasai pasar sendiri adalah bukti dari kedaulatan finansial dalam negeri.
Dengan partisipasi yang semakin inklusif dan infrastruktur yang terus diperkuat, pasar modal Indonesia bukan lagi sekadar tempat mencari keuntungan jangka pendek, melainkan motor penggerak utama untuk kesejahteraan masyarakat jangka panjang.