Indonesia-Inggris Memperkuat Kerjasama dan Surplus Perdagangan

Kunjungan kerja Presiden Indonesia Prabowo Subianto ke Inggris membuka bentuk kerjasama baru antara Indonesia dan Inggris. Kunjungan ini akan semakin mempererat hubungan dagang Indonesia-Inggris yang selama ini telah memberikan nilai surplus bagi Indonesia.

Indonesia-Inggris Memperkuat Kerjasama dan Surplus Perdagangan

Kunjungan resmi Presiden Prabowo Subianto ke Inggris sebelum menghadiri pertemuan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, menandai tonggak sejarah penting dalam hubungan bilateral kedua negara. Pertemuan hangat dengan Perdana Menteri Keir Starmer dan Raja Charles III menghasilkan kesepakatan konkret yang mencakup komitmen investasi sebesar 4 miliar poundsterling atau sekitar Rp 90 triliun. 

Selain investasi finansial, kerjasama ini juga menyentuh sektor vital seperti penguatan maritim dan pembangunan 1.582 kapal nelayan yang akan dirakit di dalam negeri. Langkah strategis ini mencerminkan kepercayaan Inggris terhadap potensi Indonesia dan berbagai bentuk kerjasama antar dua negara tersebut.

Kerjasama yang semakin erat ini berdiri di atas fondasi hubungan dagang yang dinamis dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia terhadap Inggris secara konsisten menunjukkan performa positif.

Tahun 2024, nilai ekspor Indonesia ke Inggris mencapai puncak tertingginya yang tercatat sebesar 1.805,02 juta dollar AS, dengan surplus neraca perdagangan mencapai 826,33 juta dollar AS. Meskipun fluktuatif, tren surplus yang berkelanjutan ini menjadi modal kuat bagi Indonesia untuk menegosiasikan kerjasama ekonomi yang lebih luas dan saling menguntungkan.

Melihat lebih dalam pada komposisi perdagangan tahun 2025 (Januari-November), Indonesia memiliki sektor ekspor unggulan yang sangat kompetitif di pasar Inggris. Produk teknologi memimpin dengan ekspor modem dan perangkat transmisi data (HS 85176241) senilai 112,24 juta dollar AS.

Sektor alas kaki juga menjadi primadona melalui ekspor sepatu olahraga senilai 63,39 juta dollar AS dan alas kaki jenis lainnya senilai 40,93 juta dollar AS. Selain itu, komoditas berbasis sumber daya alam seperti pintu MDF/kayu dan kopi robusta turut menyumbang nilai ekspor yang signifikan bagi devisa negara.

Di sisi lain, Indonesia juga mengandalkan Inggris untuk memenuhi kebutuhan barang modal dan produk kesehatan. Impor utama dari Inggris pada tahun 2025 didominasi oleh teknologi kedirgantaraan berupa Turbo-jet dengan daya dorong di atas 25 kN (HS 84111200) senilai 70,63 juta dollar AS.

Selain itu, produk esensial seperti obat-obatan (53,51 juta dollar AS) dan sistem personal computer (48,58 juta dollar AS) juga masuk dalam jajaran komoditas impor tertinggi. Pertukaran produk berteknologi tinggi ini menunjukkan bahwa hubungan kedua negara telah bergeser menuju kemitraan yang berbasis pada inovasi dan kebutuhan industri modern.

Kunjungan diplomatik Presiden Prabowo dengan data perdagangan yang kuat memberikan sinyal positif bagi masa depan ekonomi nasional. Komitmen investasi besar yang dibawa pulang diharapkan dapat mendorong hilirisasi industri di Indonesia, sehingga komoditas ekspor unggulan tidak lagi hanya berupa bahan mentah, tetapi produk bernilai tambah tinggi.

Dengan mempertahankan tren surplus perdagangan dan mengoptimalkan kerjasama maritim serta manufaktur yang baru disepakati, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk menjadikan Inggris sebagai mitra strategis utama di kawasan Eropa dalam jangka panjang.

Read more