IHSG Ambrol Lagi Hingga 8%, BEI Juga Aktifkan Lagi Trading Halt

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan tajam hingga memicu penghentian sementara perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada perdagangan Kamis (29/1/2026) pagi, IHSG anjlok 8 persen atau turun 665,89 poin ke level 7.654,66 pada pukul 09.30 WIB.

IHSG Ambrol Lagi Hingga 8%, BEI Juga Aktifkan Lagi Trading Halt
Seorang wanita berjalan melewati refleksi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/1/2026). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan tajam hingga memicu penghentian sementara perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada perdagangan Kamis (29/1/2026) pagi, IHSG anjlok 8 persen atau turun 665,89 poin ke level 7.654,66 pada pukul 09.30 WIB.

Kejatuhan indeks yang terjadi di Jakarta ini mendorong BEI mengaktifkan mekanisme trading halt sesuai ketentuan yang berlaku guna menjaga keteraturan perdagangan.

Data BEI menunjukkan tekanan jual terjadi secara luas di pasar saham. Dari total saham yang diperdagangkan, hanya 33 saham yang menguat, sementara 658 saham melemah dan 20 saham bergerak stagnan. Seiring dengan penurunan indeks, kapitalisasi pasar BEI menyusut menjadi Rp13.846,41 triliun. Penurunan tajam ini menandai berlanjutnya sentimen negatif yang telah membebani pasar sejak sehari sebelumnya.

BEI menjelaskan bahwa penghentian sementara perdagangan dilakukan sebagai langkah pengamanan pasar. Dalam pengumuman resminya, BEI menyatakan bahwa kebijakan tersebut bertujuan memastikan perdagangan saham tetap berlangsung secara teratur, wajar, dan efisien.

Langkah ini mengacu pada Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas serta Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00002/BEI/04-2025 yang mengatur mekanisme trading halt apabila indeks terkoreksi lebih dari 8 persen.

Tekanan terhadap IHSG dipicu oleh respons investor terhadap keputusan penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI). MSCI membekukan sementara proses rebalancing indeks saham Indonesia setelah melakukan perubahan metodologi penghitungan porsi saham publik atau free float. Kebijakan tersebut berlaku efektif segera dan mencakup seluruh penyesuaian indeks, baik yang berasal dari peninjauan berkala maupun aksi korporasi emiten.

Sebelumnya, Direktur Utama BEI Iman Rachman mengimbau investor untuk tidak bereaksi berlebihan menyikapi volatilitas pasar. Ia menegaskan bahwa Self-Regulatory Organization (SRO) terus berkoordinasi untuk merespons dinamika yang terjadi di pasar modal.

“Perlu ada yang meyakinkan bahwa ini juga ada positif side-nya dan kita tidak diam saja,” ujar Iman di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (28/1/2026).


Kami akan terus memperbarui berita ini sesuai perkembangan terbaru dan melengkapinya dengan narasumber tambahan sehingga lebih komprehensif. Ikuti terus perkembangannya di Suar.id